Our Wedding Invitation

Tia & Taufik

Sabtu, 28 Maret 2026

Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i

The Wedding Of

Tia

&

Taufik

Sabtu, 28 Maret 2026

WE FOUND LOVE

" Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu dapat ketenangan hati dan dijadikannya kasih sayang di antara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berpikir.

QS.Ar - Rum 21

Bride &
Groom

Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Swt. kami bermaksud mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i untuk menghadiri acara pernikahan putra-putri kami:

Tia
Nidaul Husna, S.Pd., M.Li., Gr
Putri dari
Bapak H. Subrasto
dan Ibu Hj. Maroidah Hasibuan
Taufik
Taufik Syarifuddin, S.H
Putra dari
Bapak H. Hidayat Andinata
dan Ibu Hj. Misliah Pohan

Akad Nikah

Jumat

27 Maret 2026

08.00 WIB

Mesjid Besar Baiturrahman Kampung Mesjid

Resepsi

Sabtu

28 Maret 2026

09.00 WIB - Selesai

Jalan Lintas Pasar Bilah 1B, Kelurahan Kampung Mesjid, Kec. Kualuh Hilir, Kab. Labuhanbatu Utara

Counting The Days

  • 00Hari
  • 00Jam
  • 00Menit
  • 00Detik
a/n Alviano Andrika Pradana
649401016797533
Salin No Rekening
a/n 650501033930531
650501033930531
Salin No Rekening
Kirim Kado Ke Alamat Berikut
Jl. Lorem Ipsum Merdeka No 102, Jakarta - Indonesia
Salin Alamat

Live Streaming

Our Galery

Love Story

Kisah Benang Merah di Baiturrahman: Mempersatukan Dua Hati dalam Diam dan Doa

Dengan memohon rahmat dan ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami ingin berbagi kisah tentang bagaimana Allah menuntun dua hati yang sejak awal telah digariskan untuk saling menemukan. Taufik dan Tia, yang lahir di bulan Ramadhan tahun 1998—bulan penuh keberkahan, seakan menjadi isyarat akan perjalanan hidup yang kelak kami jalani bersama.

Kisah ini bermula di bulan Ramadan tahun 2013, saat berlangsungnya acara MTQ di Masjid Besar Baiturrahman, Kelurahan Kampung Mesjid. Di tengah suasana ibadah dan lantunan ayat suci, untuk pertama kalinya Taufik menaruh perhatian pada Tia. Bukan sebuah hubungan, melainkan rasa yang disimpan rapi—hadir dalam diam dan disertai niat baik. Namun, perasaan yang baru bersemi itu harus terbentang dengan jarak antara Labuhanbatu Utara dan Medan.

Beberapa waktu setelahnya, Allah kembali mempertemukan mereka di Masjid Besar Baiturrahman. Saat itu, Taufik, seorang santri yang baru kembali dari pesantren, melangkah untuk menunaikan shalat Jumat. Di ambang pintu masjid, pandangannya kembali tertuju pada sosok gadis sederhana yang sama—Tia, berseragam pramuka, yang baru saja keluar dari rumahnya di seberang masjid atas titah sang bunda untuk berbelanja ke toko, tanpa menyadari sepasang mata tengah memperhatikannya dari halaman masjid. Hal yang tanpa disadari itulah yang telah menjadi bagian dari doa-doa yang tak pernah terucap, kembali menguatkan rasa yang telah tumbuh sejak pertemuan pertama di bulan suci.

Sejak saat itu, Taufik memilih menjaga perasaannya. Ia mengenal Tia dari kejauhan, mencari tahu sekadarnya dari adik laki-laki Tia, tanpa melampaui batas. Tidak ada ikatan, tidak pula janji—hanya keyakinan bahwa jika Allah berkehendak, maka waktu akan mempertemukan kembali.

Waktu pun berjalan. Allah menguji dengan jarak dan kesibukan masing-masing. Taufik melanjutkan pendidikan ke Bandung, dan Tia melanjutkan pendidikan ke Medan. Komunikasi tidak terjalin, hanya saling mengetahui kabar dari kejauhan. Hingga pada suatu titik, terbuka kenyataan indah: Tia adalah sahabat masa kecil dari kakak perempuan Taufik. Sebuah kebetulan yang sejatinya adalah ketetapan, menguatkan makna benang merah dalam kisah ini.

Titik terang hadir di tahun 2022. Atas doa tulus kedua orang tua Taufik yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Allah kembali mendekatkan dua hati ini dengan cara-Nya yang paling lembut. Meski kembali diuji dengan jarak dari tahun 2023 hingga 2025 antara Medan dan Ajamu, kini langkah dijalani dengan niat yang lebih jelas dan tujuan yang satu.

Hingga akhirnya, di tahun 2026, dengan penuh rasa syukur, kami siap menyatukan janji suci di bawah ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala, menggenapi takdir yang seakan telah tertulis sejak awal pertemuan di bulan Ramadan. Kisah kami adalah bukti bahwa teori benang merah benar adanya—ikatan tak kasat mata yang selalu menuntun dua hati untuk kembali, sejauh apa pun jarak memisahkan. Sebuah pertemuan yang tidak lahir dari kedekatan tanpa arah, melainkan dari kesabaran, penjagaan diri, dan doa yang diam-diam dipanjatkan.

Kisah kami adalah pengingat bahwa apa yang Allah takdirkan tidak akan pernah tertukar. Sejauh apa pun jarak dan selama apa pun waktu memisahkan, benang merah itu akan selalu menuntun dua hati untuk kembali—dengan cara yang paling indah dan diridhai-Nya.

Mohon doa restu Bapak/Ibu/Saudara/i agar rumah tangga kami senantiasa diberkahi dan dipenuhi sakinah, mawaddah, wa rahmah. Doa dan restu Bapak/Ibu/Saudara/i adalah kebahagiaan yang tak ternilai bagi kami. Terima kasih telah menjadi saksi atas bersatunya dua hati ini dalam ikatan pernikahan.

Hormat kami,
Taufik & Tia

Wedding Gift

Bagi bapak/ibu/saudara/i yang ingin mengirimkan hadiah
pernikahan dapat melalui nomer rekening di bawah ini

022801037961502

a/n Nidaul Husna

Salin

7151791004

a/n Taufik Syarifuddin

Salin

Best Wishes

Sampaikan doa dan ucapan terbaik Anda

Merupakan suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami, apabila Bapak/Ibu/Saudara/i, berkenan hadir dan memberikan do’a restu kepada kami.

KAMI YANG BERBAHAGIA

Tia & Taufik

Made With Love By
Oreen Studio
The Wedding Of
Tia & Taufik
Sabtu, 28 Maret 2026
Kpd Yth Bpk/Ibu/Saudara/i
Di Tempat