Semua bermula dari sebuah notifikasi sederhana. Satu balasan story di Direct Message (DM) menjadi pintu pembuka percakapan panjang yang tak pernah kami duga sebelumnya. Berawal dari rasa penasaran, obrolan kami mengalir begitu saja, mengisi hari-hari dengan tawa meski hanya lewat layar ponsel.
Keberanian membawa kami pada pertemuan pertama. Ada rasa canggung yang manis saat akhirnya kami bertatap muka, namun kenyamanan yang kami rasakan di dunia maya ternyata jauh lebih nyata saat kami duduk bersama. Sejak hari itu, Komunikasi baik baru kami jalin.
Empat tahun bukanlah waktu yang singkat. Kami belajar untuk saling mengenal lebih dalam, merayakan keberhasilan bersama, dan saling menguatkan di masa sulit. Jarak dan waktu justru membuat pondasi hubungan kami semakin kokoh, hingga kami sadar bahwa setiap langkah yang kami ambil selalu mengarah pada tujuan yang sama.
Kini, setelah banyaknya hari penuh cerita, kami memutuskan untuk mengakhiri masa pencarian. Dari sebuah pesan singkat di Instagram, Tuhan menuntun kami menuju ikatan suci pernikahan. Kami siap melangkah bersama sebagai teman hidup selamanya.