Kisah ini dimulai tanpa disadari. Kedekatan kami terjalin tanpa rencana. Bertemu ditempat yang tidak terfikir tapi justru menjadi awal dari kisah ini.
Diantara miliaran kemungkinan, kami memilih memulai kisah yang telah Allah gariskan dari sini.
Kisah kami menempuh perjalanan yang panjang bahkan diluar dari yang kami fikirkan. Bahagia mengajarkan kebersamaan.
Perpisahan mengajarkan saling memiliki. Terdengar menyedihkan, harus menyudahi semua nya sampai disini.
Tapi ternyata perpisahan membentuk kesadaran bahwa rasa kami masih menginginkan rumah yang sama.
Nyatanya, rasa kehilangan adalah perjalanan terbaik dari kisah ini.
Dan bukankah jauh lebih baik menapaki jalan ini bersama?
Jika lelah beristirahatlah, bukan malah pergi dan melanjutkan perjalanan ini sendirian.
Berawal dari hubungan yang tanpa tanggal. Penuh dengan keyakinan, kami mengawali ibadah terpanjang yaitu pernikahan dari sini.
Lamaran menjadi bukti keseriusan hubungan ini.
Sebuah pernyataan bahwa kami siap melangkah lebih jauh untuk saling menjaga mulai saat ini dan selamanya.
Hari ini, dua insan menyatu dalam satu doa dan satu tujuan.
Dihadapan Allah SWT, disaksikan malaikat dan kedua keluarga. Kami mengikat janji ini pada akad pernikahan.
Pernikahan ini adalah Ibadah yang akan menyempurnakan separuh agama kami.
Sekaligus, mengawali perjalanan yang akan kami tempuh bersama selamanya.