Singkat Cerita di tahun 2016 aku (yusak sudaryanto) dari Gereja Kristen Jawa Bangkal diutus untuk pinjam piring rotan ke Gereja kristen Jawa Margi Rahayu Jeruklegi, Disitulah aku (yusak) melihatmu (melia) dari pandangan pertama itulah benih benih cinta mulai tumbuh. Namun begitu cemennya aku, akupun tak berani untuk berkenalan, jangankan meminta pin BBM (pada saat itu) sekedar menanyakan nama saja aku tak berani. hingga akhirnya akupun mencoba untuk stalking disosial media, namun hasilnya tetep zonkkk, karena gak tau namanya.. hahaha... ๐๐๐
akan tetapi wajah cantiknya selalu terbayang dibenak pikiranku. semakin hari semakin penasaran dengannya hingga akhirnya acara di Gereja Kristen Jawa Bangkal pepanthan ayamalas pun terlaksana, akupun melihatnya kembali, namun lagi dan lagi aku tak berani untuk menanyakan namanya. Tahun demi tahun berlalu dan hari demi hari terlewati, aku pun belum mendapati siapa namanya dan apa sosial medianya.
Disuatu ketika ada event pemuda dan pemudi kristen kembali yang saat itu diadakan di Gereja Kristen Jawa Adipala-Adiraja yang tepatnya diadakan di pegunungan Selok ditempat ibadah umat Budha, yang kebetulan tema pada saat itu "Indahnya Bertoleransi antar umat Beragama". dievent itulah aku kembali melihatnya namun lagi-lagi aku tak berani untuk sekedar berkenalan. Sampai acara selesai pun aku tak berani untuk berkenalan. Akupun pulang dengan rasa penasaran yg luar biasa, aku pun kembali berusahan bertanya dengan teman -teman, hingga akhirnya akupun berhasil menemukan sosial medianya, Instagram namun ternyata dia sudah punya cowo aku sedikit kecewa pada saat itu. hari demi hari berlalu tahun demi tahun pun terlewati hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubunginya dahulu melalui kontak Instagramnya. namun ternyata apa yang terjadi dia (Melia) selow respon hehehe
๐ญ๐ญ๐ญ
namun beberapa hari kemudian dia membalas chatku di instagram dan kita pun berlanjut tukar nomor WhatsApp pada akhir tahun 2022,
hingga akhirnya kita pun bisa saling ketemu. hari-hari demi hari berlalu hingga akhirnya kita bisa saling berkomitmen untuk melangkah kepada ikatan yang lebih serius. Akupun memberanikan diri untuk melamarnnya.
Dari piring Rotan kita dipertemukan, hingga sampai saat ini kita dipersatukan.