Semesta selalu begitu, menyuguhkan alkisah yang sangat tak terduga. Aku dan dia. kami berjumpa di ruang hampa yang bahagia. Tak banyak bicara, binar matanya seolah bermakna saat kami bertatapan. Ku sapa dia, ku ajak dia berbicara, benar, ternyata dia menyelaraskan stiap rasa yang aku punya. Akhirnya pohon hubungan kami tumbuh hingga berbuah asmara.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun kami jalani dengan dinamika perasaan yg terkadang saling berselisih ego. Badai juga sesekali selalu menerjang kediaman kami. Tetapi kami sadar satu hal, kerangka cinta, harmoni perasaan yang telah kami bangun tidak akan mudah luluh runtuh begitu saja.
Dan akhirnya kebulatan tekad dan keseriusan rasa membawa kami melangkah pada jalinan yang lebih sakral dalam sebuah pernikahan.
" Menikah bukan hal merubah status hidup, tetapi proses hidup menuju dimensi yang baru"
~ Librian ~