Kisah Cinta di Rumah Biru GMKI. Bagi sebagian orang, itu hanya sebuah wadah untuk kaderisasi dan berpelayanan. Tapi bagi Agung dan Mega, wadah ini adalah saksi bisu, awal dari kisah yang tak pernah mereka duga.
Agung, dengan idealismenya yang membara dan sorot mata penuh semangat, sudah lebih dulu mengenal Rumah Biru GMKI Cabang Tarakan tepatnya akhir 2018. Ia adalah salah satu penggerak utama di sana, selalu sibuk dengan rapat, diskusi, dan kegiatan sosial. Penampilannya yang sederhana namun karismatik sering kali menarik perhatian.
Lalu datanglah Mega dipertengahan tahun 2019. Gadis itu bergabung di Rumah Biru GMKI Cabang Tarakan dengan rasa ingin tahu yang besar dan sedikit kecanggungan. Setelah sekian lama berpartisipasi di setiap kepanitiaan akhirnya sama - sama menjajaki kepengurusan di komisariat masing - masing selanjutnya di tingkat badan pengurus cabang walaupun Mega pada akhirnya mulai bergabung di pertengahan masa bakti kepengurusan di cabang.
Awalnya, interaksi mereka murni profesional. Diskusi organisasi yang intens, hingga perdebatan sehat tentang arah gerakan. Agung dan Mega menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab dengan profesionalisme tinggi. Batas antara rekan kepengurusan dan perasaan pribadi selalu mereka jaga rapat-rapat. Meski ada benang merah tak kasat mata yang mulai terjalin.
Agung mulai menyadari tawa renyah Mega yang seringkali mengiringi candaan ringan, dan Mega pun diam-diam mengagumi dedikasi Agung mereka tetap berfokus pada misi organisasi. Namun, keduanya memilih untuk tetap menyimpan perasaan itu, demi menjaga fokus pada amanah yang sedang mereka emban.
Hari-hari berganti, dan masa kepengurusan mulai menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Menjelang momen krusial ini, sebuah momen hikmat terjadi. Dengan penuh kesadaran serta memohon perkenanan Sang Kepala Gerakan Yesus Kristus, Agung dan Mega, dengan kebijaksanaan yang mendalam. Percaya bahwa cinta yang tumbuh dari idealisme dan pengabdian seringkali adalah cinta yang kokoh.
Tepat pada hari rabu, 29 juni 2022 Agung dan Mega akhirnya memberanikan diri untuk secara resmi memutuskan membangun hubungan yang lebih dekat. Mereka mulai menjalin hubungan pacaran, sebuah langkah yang mereka yakini adalah buah dari perjalanan panjang di Rumah Biru GMKI.
Hubungan mereka bersemi seiring langkah terakhir mereka di dunia perkuliahan. Mega, dengan ketekunan dan kerja kerasnya, menjadi yang pertama menyelesaikan studi dan menyandang gelar sarjana. Beberapa bulan kemudian, Agung menyusul, bangga dengan pencapaiannya. Meskipun kesibukan pasca-kampus sedikit mengubah dinamika, komitmen dan cinta mereka justru semakin kuat. Diskusi tentang masa depan tak lagi sekadar impian individu, namun menjelma menjadi rencana konkret yang dirajut bersama.
Hingga tiba di akhir tahun 2024, di sebuah momen yang hangat, Agung dan Mega bersepakat untuk membawa hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius lagi yaitu pernikahan. Mereka percaya, pondasi yang kuat telah terbentuk, bukan hanya dari cinta, tetapi juga dari nilai-nilai yang mereka pupuk di Rumah Biru GMKI. Puji Tuhan, di awal tahun 2025 ini, impian itu semakin nyata saat mereka melangsungkan acara pertunangan yang penuh kebahagiaan. Dan kini, dengan doa dan restu dari keluarga serta kawan-kawan seperjuangan, Agung dan Mega akan mengikat janji suci pernikahan mereka pada hari kamis, 10 juli 2025. Rumah Biru GMKI, yang dulunya hanya sebuah wadah untuk membentuk jiwa kepemimpinan kader - kadernya, kini menjadi simbol cinta Agung dan Mega. Sebuah cinta yang tumbuh dari kesamaan visi, pengabdian, dan ketulusan hati, yang akhirnya diizinkan bersemi dengan hikmat dari Sang Kepala Gerakan, dan berlabuh pada sebuah ikatan suci. Sebuah kisah romantis yang bermula dari sebuah organisasi, di bawah naungan atap Rumah Biru yang penuh makna, dan akan terus berlanjut hingga akhir hayat.
Ut Omnes Unum Sint
"Supaya Mereka Semua Menjadi Satu Adanya"
Injil Yohanes 17:20-23